![]() |
| Ket : Foto Kondisi (SPBN/SPDN) Bugis Sape. Foto Ist. |
BIMA — Operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN/SPDN) di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, NTB, hingga kini belum kembali optimal. Kondisi ini dikeluhkan Koperasi Konsumen Perikanan Karya Bahari Sape karena kebutuhan solar nelayan terus meningkat, Rabu (16/9/2026).
Pengurus koperasi, Ibrahim, S.Sos., mengatakan, SPBN telah berhenti beroperasi lebih dari satu tahun, sementara jumlah armada nelayan terus bertambah. Katanya
Menurut Ibrahim, kebutuhan solar mencapai sekitar 20 ton per hari, sedangkan alokasi koperasi hanya 48 ton per bulan. Ia berharap kuota ditingkatkan minimal menjadi 150 ton per bulan.
“Kalau hanya 48 ton sebulan tidak cukup untuk menutupi biaya operasional dan gaji karyawan,” ujar Ibrahim.
Selain persoalan kuota, pengoperasian SPDN masih terkendala Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan lahan milik Pemerintah Provinsi NTB.
Semetara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Wilayah Pulau Sumbawa, Hasbullah, menjelaskan proses PKS masih dalam penyelesaian di Pemprov NTB. Setelah persetujuan Sekda NTB diterbitkan, proses akan ditindaklanjuti Dinas Kelautan dan Perikanan.
Air SPBN Wajib Tersedia
Hasbullah menegaskan ketersediaan air merupakan fasilitas wajib di SPBN. Untuk sementara, pengelola menawarkan penggunaan fasilitas air secara bersama-sama.
“Untuk air khusus di SPBN wajib ada. Solusinya sementara kita pakai bersama-sama dulu,” tegasnya.
Jika koperasi menginginkan sumber air sendiri, alternatifnya menggunakan sumur bor dengan jaringan pipa sekitar ¾ atau ½ inci untuk memenuhi kebutuhan di area SPBN.
Hasbullah menilai optimalisasi SPDN penting dalam mendukung aktivitas perikanan di Pelabuhan Sape. Pengelola pelabuhan juga terus membenahi fasilitas pendukung, termasuk layanan air bersih.
Koperasi berharap pemerintah daerah dan Pemprov NTB segera memberikan kepastian terkait pemanfaatan lahan serta mengevaluasi alokasi solar sesuai pertumbuhan armada nelayan.
Dengan kepastian BBM, air bersih, dan fasilitas pendukung, aktivitas perikanan di Sape diharapkan kembali optimal, karena itu penting untuk melancarkan perputaran perekonomian nelayan serta pasokan hasil perikanan, Akhirnya. (TIM

Komentar