![]() |
| Foto Ist. |
BIMA, - Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Desa Doro O’o, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), ke-XXIV Tahun 2026 atau 1448 Hijriah, resmi dibuka pada Minggu malam (13/9/2026).
Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Camat Langgudu, Ketua LPTQ, Kepala KUA Langgudu, jajaran Polsek dan Koramil Langgudu, Kepala Desa Doro O’o beserta jajaran, Ketua BPD beserta anggota, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para tamu undangan dari desa-desa tetangga.
Ketua Panitia STQ, Ruslan MK, dalam laporannya menyampaikan bahwa STQ Tingkat Desa Doro O’o ke-XXIV akan berlangsung mulai Minggu malam, 13 September hingga 17 September 2026.
Sejumlah cabang yang dilombakan dalam kegiatan tersebut meliputi Musabaqah Tilawatil Qur’an, Hifzil Qur’an, Tartil Qur’an, Pensyarahan, Cerdas Cermat, serta Kasidah Rebana.
Sementara itu, dalam sambutannya, Camat Langgudu menyampaikan bahwa pelaksanaan STQ menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, kegiatan STQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Bima Bermartabat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, STQ tingkat Desa Doro O’o merupakan bagian dari identitas keislaman masyarakat sekaligus momentum untuk menjaga keberkahan daerah melalui kecintaan dan pengamalan Al-Qur’an.
“Al-Qur’an harus menjadi panduan dalam kehidupan kita,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Doro O’o, Syamsudin, S.H., menyampaikan apresiasi dan menyambut baik pelaksanaan STQ tingkat desa tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi Qur’ani, termasuk para hafiz dan hafizah yang mampu membawa nama baik Desa Doro O’o di tingkat yang lebih tinggi.
Menurut Syamsudin, STQ tidak semata-mata dijadikan sebagai arena untuk memperlombakan kemampuan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung dalam firman Allah SWT, termasuk ajaran, hukum dan syariat Islam, diharapkan dapat dipahami serta diterapkan sebagai pedoman dalam kehidupan.
“Kita tidak hanya ingin menjadikan STQ sebagai arena untuk melombakan bacaan Al-Qur’an, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mengambil nilai-nilai dari firman Allah, ajaran, hukum-hukum dan syariat yang telah diwajibkan kepada umat Islam untuk menjadi panduan hidup,” tuturnya.
Selain itu, Syamsudin mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pemuda Desa Doro O’o, agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama pelaksanaan kegiatan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir sambutannya, ia berharap STQ tingkat desa tersebut dapat menjadi momentum positif bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, khususnya pengetahuan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an. (TIM)

Komentar