BAZNAS Kabupaten Bima Jalin Silaturahmi dengan Hj. Mahdalena, Bahas Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan

Iklan Semua Halaman

.

BAZNAS Kabupaten Bima Jalin Silaturahmi dengan Hj. Mahdalena, Bahas Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 24 Oktober 2026

Foto Ist. 



BIMA,- Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bima menjalin silaturahmi dengan Hj. Mahdalena, S.S., M.M., yang akrab disapa Umi Lena. Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dan peluang kolaborasi strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bima.


Silaturahmi tersebut dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bima, H. Hamid, S.H.; Wakil Ketua II, Ahmadin, S.H., LLM; Wakil Ketua III, Drs. H. Fahrir; serta Wakil Ketua IV, Wahidin, S.HI. Mereka didampingi Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), Mujamil, S.H.


Pertemuan ini menjadi momentum perkenalan pimpinan BAZNAS Kabupaten Bima yang baru dilantik beberapa pekan lalu. Selain mempererat tali silaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk menjajaki berbagai program kolaboratif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu.


Salah satu hal yang dibahas adalah peluang kerja sama dalam mendukung pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus menjadi bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bima.


Umi Lena, yang merupakan Anggota DPR RI sekaligus Kapoksi Komisi VIII dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB), juga menyampaikan keinginannya untuk berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Bima dalam memberikan santunan kepada guru ngaji di wilayah Kabupaten Bima.


Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan program sosial dan keagamaan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan serta perhatian bersama.


Melalui silaturahmi ini, BAZNAS Kabupaten Bima berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan dengan berbagai pihak dalam mengoptimalkan peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.


Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat program kesejahteraan umat, membantu masyarakat kurang mampu, serta mendorong percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bima. (TIM)