Melalui Kepala Desa Boke, Bupati Bima Sampaikan Sambutan Shalat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 M

Iklan Semua Halaman

.

Melalui Kepala Desa Boke, Bupati Bima Sampaikan Sambutan Shalat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 M

Jumat, 20 Maret 2026

Ket : Poce Saat Kepala Desa Boke, Rosmansyir, S.T., Menyampaikan Sambutan
 di Hadapan Para Jamaah. 
Foto Ist. 


BIMA,- Sabtu Pagi (21 Maret 2026/1Syawal 1447 H. di Halaman Gedung Serbaguna Desa Boke. Allahu akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd. 


Yang mulia Khatib dan Imam Sholat Ied, para kepala UPT Dinas Dukbud, Korwil Pendidikan Kepala Sekolah, Ketua TP-PKK dan Ketua GOW, Ketua MUI, dan para pimpinan Ormas keagamaan, Para Kepala Desa Serta Jajaran, Ketua BPD serta Jajaran, Ketua dan para PHBI, Para Alim Ulama, Tokoh masyarakat, serta jamaah shalat idul fitri yang berbahagia. 


Seluruh umat islam didunai melalui Nahdadul Ulama (NU pada hari ini telah menjalankan ibadah Shalat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 M. 


Jamaah Shalat IED yang dirahmati allah SWT.  Hari ini adalah hari kemenangan setelah sebulan penuh penuh kita tempatkan dalam madrasah ramadhan. Kita telah belajar menahan diri memperkuat kesabaran, memper dalam keihlasan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. 


Di pagi yang suci ini dibawah langit yang masih dipenuhi gema, takbir kita berdiri dalam satu barisan, satu hati, satu tujuan, menggunakan kebersamaan Allah SWT.


Bupati Bima, melalui Kepala Desa Boke, Rosmansyir,S.T., sholat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 M, tema : Meraih Ketakwaan menuju masyarakat bima yang bermartabat.


 Tema ini mengandung makna yang sangat dalam. Bahwa takwa bukan sekedar tujuan akhir ramadhan, melainkan jalan hidup yang harus terus kita jaga di tingkatkan. 


Takwa adalah proses penyucian jiwa, prose kembali pada fitrah diri, yakni keadaan manusia yang suci, jujur, dan dekat dengan Allah. Dan idul fitri adalah momentum terbaik untuk memperbaharui diri, memperkuat keimanan, serta membuka hati untuk saling memaafkan. Katanya


Ia menjelaskan, Takwa yang kita raih selama ramadhan tidak boleh berhenti di sejadah, ia harus turun ke kehidupan nyata. Dan takwa harus hadir dalam kejujuran kita bekerja dalam keadilan kita memimpin dalam kehidupan kita terhdap sesama karena itulah jalan kita menuju masyarakat bima yang bermartabat. 


Masyarakat yang bermartabat bukan hanya tentang kemajuan fisik, bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi tentang masyarakat yang menjunjung tinggi nilai agama dan budaya, masyarakat yang memiliki ahlak yanv mulia. 


Kabupaten bima rumah kita brrsama, rumah yang harus kita jaga, yang harus kita rawat, dan kita bangun dengan penuh tanggung jawab. Mari kita jadukan idul fitri ini sebagai titik awal, bukan titik akhir. (Tim)