Empat Tahun Jembatan Penghubung Waworada–Doro O’o Rusak Parah, Warga Desak Pemerintah Bertindak

Iklan Semua Halaman

.

Empat Tahun Jembatan Penghubung Waworada–Doro O’o Rusak Parah, Warga Desak Pemerintah Bertindak

Senin, 12 Oktober 2026

Foto Ist. 



BIMA,
— Kerusakan parah jembatan penghubung Waworada dan Doro O’o yang telah berlangsung selama empat tahun menjadi keluhan serius masyarakat. Hingga kini, warga menilai belum ada langkah nyata perbaikan yang memberikan kepastian, sementara jembatan tersebut masih menjadi akses penting bagi aktivitas sehari-hari.

Jaharudin, tokoh pemuda Doro O’o, mengungkapkan bahwa selama empat tahun terakhir masyarakat terpaksa melintasi jembatan dengan kondisi struktur yang dinilai semakin mengkhawatirkan.


Kendaraan roda dua hingga roda empat harus melewati bagian yang rusak, celah, serta permukaan yang mengalami longsor. Kondisi tersebut, menurutnya, meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan.


“Sudah empat tahun kami terpaksa melintasi jembatan dengan kondisi yang rapuh. Setiap hari masyarakat menghadapi risiko saat melewatinya,” ujar Jaharudin.


Ia menilai, masyarakat membutuhkan kepastian dari pemerintah mengenai rencana penanganan dan jadwal perbaikan jembatan tersebut. Menurutnya, persoalan ini tidak semata-mata menyangkut ketersediaan anggaran, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.


Jembatan penghubung Waworada–Doro O’o merupakan jalur penting bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian, pergi bekerja, menjalankan aktivitas perdagangan, hingga mengantar anak ke sekolah. Kerusakan yang berlangsung lama dikhawatirkan semakin menghambat mobilitas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.


Jaharudin juga meminta pemerintah agar tidak sekadar menyampaikan alasan kewenangan jalan berada di tingkat provinsi tanpa disertai langkah koordinasi dan tindak lanjut yang jelas.


“Kami tidak ingin hanya mendengar alasan bahwa itu merupakan jalur provinsi dan sebagainya. Kami meminta pemerintah segera melakukan survei teknis, menetapkan jadwal pengerjaan yang jelas, serta memastikan perbaikan jembatan ini benar-benar dilaksanakan,” tegasnya.


Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi segera berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan yang konkret. Menurutnya, jangan sampai perbaikan baru dilakukan setelah terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.


Bagi masyarakat, empat tahun kerusakan jembatan bukanlah waktu yang singkat. Warga kini menunggu kepastian, bukan sekadar janji, agar akses penghubung Waworada–Doro O’o kembali aman dan layak dilalui. (TIM)