![]() |
| Foto Ist. |
BIMA,- Dalam upaya mendorong peningkatan meningkatkan kompetensi masyarakat dan memperluas kesempatan kerja, Rabu (30/9/2026) Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, secara resmi membuka Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 5 Tahun 2026 di Aula Berdampak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima, H. Muhamad Syaeful Bahri, ST., M.Si., dalam laporannya memaparkan, kegiatan ini diikuti oleh 96 peserta yang merupakan perwakilan dari 18 kecamatan se-Kabupaten Bima.
"Para peserta tersebut akan mengikuti pelatihan dalam enam bidang kejuruan pilihan, yaitu Sepeda Motor, Administrasi Perkantoran, Operator Komputer, Menjahit, Bakery, serta Teknisi Handphone". Terangnya.
Muhamad Syaeful Bahri menjelaskan Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis dan pengetahuan praktis agar siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri". Jelas Syaeful.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bima dr. Irfan Zubaidy menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan instrumen kunci untuk menghadapi perkembangan dunia kerja yang menuntut daya saing serta kemampuan adaptasi terhadap teknologi.
Melalui penyelenggaraan pelatihan vokasi ini, pemerintah daerah berharap 96 peserta dapat mengoptimalkan kompetensi di bidang masing-masing untuk memperluas peluang kerja dan mengembangkan wirausaha produktif.
Wabup berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan tidak sekadar mengejar sertifikat, melainkan mengutamakan penguasaan kompetensi yang benar-benar aplikatif.
Pemerintah Kabupaten Bima berkomitmen untuk terus menggalakkan program-program peningkatan kapasitas yang berorientasi pada penguatan produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Acara pembukaan PVN Batch 5 ini turut dihadiri oleh Direktur RSUD Bima drg. Ihsan, Kepala BAPPEDA Kabupaten Bima Hariman, SE., M.Si., jajaran Disnakertrans Kabupaten Bima, para instruktur, serta seluruh peserta pelatihan.. (Rk/Red)

Komentar