![]() |
| Ket : Poce Saat Kegiatan Berlangsung. Foto Ist. |
KOTA BIMA,- Pemerintah Kelurahan Gelar Rapat Koordinasi (RAKOR) isu kelangkaan Gas LPG 3 Kg. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kelurahan Rabangodu Utara, Tilawatil Akbar,S.Sos., Pemerintah Kota Bima Melalui Dinas perindustrian dan perdagangan diwakili Kabid Industri dan Perdagangan, H.Sodik,.S.Sos., bagian Ekonomi, Ady Cahayadi,S.Pt., Babinsa, Babinkantibmas, Ketua-Ketua Rt/Wt, Ketua-ketua LPM, Toga, Toma, serta 15 pengusaha pangkalan.
Kepala kelurahan Rabangodu Utara, Tilawatil Akbar,S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan, pemerintah Kota Bima memberikan penekanan khusus atas adanya isu-isu kelangkaan Gas LPG 3 Kg. Kegiatan tersebut langsung di Aula kantor Kelurahan setempat. Kamis 25-6-2026.
"Untuk itu, lurah penegaskan pada pangkalan agar penyaluran tepat sasaran. Atas Rakor ini juga ketika ada pangkalan yang nakal, kami langsung mengeluarkan surat peringatan. Kalau tidak di indahkan surat peringatan dimaksud, maka kami akan mengajukan surat pemberitahuan kepada pemerintah kota bima untuk mencabut ijin pangkalan. Katanya,".Tegasnya
Lurah juga menyampaikan, Untuk jatah Masyarakat kelurahan rabangodu utara sebanyak 1060, dibagi 15 pangkalan dan dijual Rp.22.000.,/satu tabung. Penyaluran di pangkalan berfariatif, ada yang satu kali dan ada yang dua kali dalam satu minggu.
Diharapkan karena ini barang subsidi. Ini juga rentetan tindak lanjut takor di adakan oleh pak walikota bebberapa waktu lalu. Rakor ini mengundang 15 pangkalan yang tersebar di beberapa Rt di Kelurahan Rabangodu selatan. Akhirnya
Waktu yang sama disampaikan Kepala Bagian Ekonomi, Ady Cahayadi,S.Pt., Atas adanya dugaan kelangkaan Gas LPG 3 Kg ini, sekiranya dibuatkan regulasi khusus untuk saling mengawasi, mulai dari petugaskelurahan, Ketua-ketua Rt/Rw, Artinya mendekatkan yang jauh, juga nanti bisa disuaikan dengan quota tercatat untuk di distribusikan ke masing - masing pangkalan oleh agen.
Dan kakau memang tidak cukup diharapkan Rt bagi kupon aja, apakah benar kelangkaan ini atau bagaimana, juga supaya kita lihat dari kuotanya benar kurang atau pas dirasakan oleh masyarakat.
Tekhisnya, di H-2 agar Rt/Rw mendata dulu. Karena langkah ini sudah di aplikasikan di kelurahan sambinae dan mande Kecamatan MPunda Kota Bima.
Senada disampaikan oleh kepala Dinas perindustrian dan perdagangan, melalui Kabid perindustrian dan perdagangan, H. Sodik,S.Sos., menyebutkan, atas adanya dugaan kelangkaan ini, pihak kami dari Dinas Perindag sudah kami kumpulkan usaha - usaha mikro di tiap - tiap kelurahan untuk menyerahkan (NIB) kepada pangkalan atau pihak kelurahan.
Fungsinya agar usaha mikro tidak mengambil di beberapa tempat pangkalan lain. Langkah ini kami sudah tindak tegas kepada Usaha mikro di Kota Bima.
Dan agen yang menyalurkan di kelurahan rabangodu Utara ada dua, yakni : No. 1. KS Mazda, (agen PT Bintang Pribumi Cahaya Agung Utama). No. 2 sampai 15 (Agen PT Bimatama Migas Bersinar.
Sementara ketua Rt, 04, gazali., Kepada agen, Agar diperhatikan petugas pengisi Gas di Pertamina, karena bulan ini ada 3 kali kami rasakan kekurangan isi Gas yang dialami oleh masyarakat. Dulu pakai Gas terpenuhi dua minggu itu baru habis, sekarang dipakai empat hari langsung habis, itu membuat masyarakat juga khawatir.
Menanggapi hal tersebut, Distributor, PT. Bima Tama, Yudi., menjelaskan, pangkalan itu, setiap droping LPG dilakukan harus menyediakan ember untuk tes kebocoran sama timbangan serta di Vudiokan. Karena, kalau ada kendala dari dua Item terasebut harus di kembalikan.
Kenapa demikian, karena sudah banyak modus sekarang. Untuk antisi pasi itu, diharapkan pada pangkalan agar menyediakan dua aitem tersebut. Akhirya. (TIM)

Komentar