Sekda akan Telusuri 7 Bulan Jaspel Nakes RSUD Kota Bima Belum Cair, BPJS Klaim Sudah Transfer

Iklan Semua Halaman

.

Sekda akan Telusuri 7 Bulan Jaspel Nakes RSUD Kota Bima Belum Cair, BPJS Klaim Sudah Transfer

Kamis, 23 Juli 2026

Ket : Poce Drs. H. M. FahrunfaJi, M.E., 
Sekda Kota Bima. 



KOTA BIMA,- 24 Juli 2026 Ratusan tenaga kesehatan di RSUD Kota Bima semakin tertekan. Jasa Pelayanan (Jaspel) periode Januari hingga Juli 2026 belum juga dibayarkan, menumpuk hingga tujuh bulan dan menimpa tak kurang dari 500 pegawai. Mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, hingga tenaga medis dan nonmedis semuanya merasakan dampaknya.

 

Hingga kini, belum ada kejelasan pasti kapan hak mereka akan dicairkan. Keterlambatan diduga terkait persoalan administrasi Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP).


Namun penjelasan yang beredar dinilai beragam dan belum menyentuh akar masalah, membuat nasib Jaspel mereka tetap menggantung.

 

Para tenaga kesehatan mengaku kecewa berat, mengingat Jaspel merupakan komponen pendapatan yang sangat diandalkan untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka menuntut manajemen RSUD Kota Bima segera buka suara secara terbuka dan menuntaskan pembayaran tersebut. 


Pemerintah Kota Bima pun diminta turun tangan mengawal penyelesaian, agar semangat dan kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.


Ada hal yang makin memperkeruh suasana. Saat dikonfirmasi Jumat (24/7), perwakilan BPJS Kesehatan Kota Bima, Yuni, menegaskan pihaknya sudah menyalurkan dana tersebut. 


"Kami sudah membayarkannya. Untuk rincian lebih lanjut, silakan tanyakan langsung ke manajemen RSUD Kota Bima. Mereka sudah rutin mengajukan klaim terakhir bulan mei sudah mereka ajukan di bulan juni,".ujar yuni.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bima Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., saat dikonfirmasi menyatakan akan segera menelusuri kebenaran hal ini. "Saya akan konfirmasi langsung ke pihak RSUD Kota Bima," tegasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, manajemen RSUD Kota Bima belum memberikan keterangan resmi terkait ke mana aliran dana yang diklaim sudah disetor BPJS tersebut, dan mengapa hingga saat ini belum sampai ke tangan para tenaga kesehatan. (TIM)