Pemkot Bima Bantah Opini tentang Pembangunan Kota Bima Tak Layak

Iklan Semua Halaman

.

Pemkot Bima Bantah Opini tentang Pembangunan Kota Bima Tak Layak

Selasa, 09 Mei 2023


    Ket : Poce Saat Kegiatan Berlangsung. 


    Kota Bima, Fajar Media. Com, - Pemerintah Kota Bima selama 4 tahun terakhir terus berupaya mewujudkan Kota Bima yang setara, hal ini terbukti dari adanya capaian keberhasilan pembangunan dari berbagai bidang pembangunan.

"Jadi tidak benar kalau ada pihak yang menyebutkan Kota Bima tingkat penganggurannya tertinggi," tegasnya.

Fahrunroji menjelaskan, berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan di Kota Bima tahun 2022 sebesar 8,80 persen, angka ini alami penurunan dari tahun 2021 sebesar 8,88 persen. Tingkat kemiskinan di Kota Bima merupakan angka kemiskinan terrendah nomor 2 di NTB setelah Kota Mataram dengan tingkat kemiskinan sebesar 8,63 persen. Sementara angka kemiskinan provinsi NTB dan 8 kabupaten lain di NTB pada tahun 2022 masih diatas 10 persen, seperti tingkat kemiskinan Provinsi NTB sebesar 13,68 persen.

Sementara untuk dana rehab rekon pasca banjir bandang tahun 2016 lanjutnya, Pemerintah Kota Bima mendapatkan alokasi anggaran dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pada bulan Desember 2017 sebesar Rp. 166.997.000.000.

"Dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi digunakan untuk belanja jasa konsultan dari pagu Rp. 9.570.486.000, yang terrealisasi sebesar Rp. 9.476.863.500. Sementara jasa konstruksi dari pagu Rp. 155.544.523.000 dengan realisasi sebesar Rp. 154.640.609.168,41," ungkapnya.

Pembangunan rumah relokasi sebanyak 1.025 unit dan Insitu 738 unit rumah dengan anggaran sebesar Rp. 102.204.176.500.

"Pembangunan keseluruhan unit rumah relokasi dan insitu dikerjakan oleh masyarakat melalui kelompok masyarakat, penganggarannya melalui belanja hibah SKPKD yang anggarannya ditransfer langsung ke rekening Pokmas," ujarnya.

Selanjutnya kata Fahrunroji, kegiatan konstruksi pembangunan PSU Rp. 33.282.921.017, perkuatan tebing Jatibaru Rp. 197.880.000, rekonstruksi Jembatan Padolo 2 Rp. 16.921.651.215,05 dan rekonstruksi jembatan gantung Paruga Rp. 1.688.888.436,39 yang dilaksanakan pada rentang waktu 2018 sampai 2020. Tutupnya.(Red)