Agussalim : Pelabuhan Bima Butuh Perluasan Dermaga Kelas IV, Harap Pemerintah Memperhatikannya

Iklan Semua Halaman

.

Agussalim : Pelabuhan Bima Butuh Perluasan Dermaga Kelas IV, Harap Pemerintah Memperhatikannya

Rabu, 25 Mei 2022

Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan
(KSOP) Bima. 

Kota Bima, Fajar Media Bima. Com,-  Melalui Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bima. selalu memikirkan kapasitas sandar nya kapal muatan barang di Dermaga Kelas IV Bima. Alasannya tempat sandar nya sangat - sangat sempit atau Kurang panjang.


Demikian dimohon Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Dan Kota Bima, agar diusulkan Kepada Pemerintah Pusat melalui Gapak gubernur NTB. Supaya Dermaga Pelabuhan Kelas IV Bima diperpanjang. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pengguna jasa angkutan laut khususnya diKota Bima Kab. Bima dan Dompu.Katanya 

Diceritakannya, "Di Bima komoditas yang diunggulkan adalah hasil pertanian berupa, sapi, Jagung, bawang merah dan hasil. Komoditas lainnya. Komoditas ini dikirim untuk pasokan di Jawa, Sulawesi Kalimantan,  hingga ke timur indonesia. Komoditas ini akan mencapai produktivitas puncak saat musim panen seperti sekarang ini".


Kondisi Dermaga Kelas IV Pelabuhan Bima. 

Apa lagi pada musim ini di hadapkan dengan Muatan Sapi dan jagung. Keluhan ini petugas Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bima. "Mengeluhkan karena sempitnya tempat sandar kapal. Di Dermaga Kelas IV Pelabuhan Bima Dengan demikian. Dengan demikian sangat - sangat butuh perluasan areal. Juga diharapkan ada Dermaga penyangga, seperti di Dompu, dan Sumbawa, apa lagi di Dermaga Pelabuhan Bima, makin hari makin dangkal". 


Hasil tani di wilayah sumbawa pada umumnya, semuanya berkonsentrasi muatan di Pelabuhan Bima. "Liat saja sekarang kita dihadapkan dengan musim panen jagung, jadi kita berpikir disitu. Kapal antri karena sempitnya tempat sandar. Arealnya sempit sekali. Bayangkan lebih panjang kapal daripada tempat sandar, gimana ndak antri". Keluhnya 


Di Pelabuhan Bima ada dua tempat sandar kapal, ada di Utara dan ada di wilayah selatan. Wilayah selatan, kalau sudah masuk kapal penumpang pasti disana tidak bisa kita ganggu. Melainkan itu kapal muatan harus antri dulu di tengah laut. 


Untuk itu, kami harapkan pada pemerintah Daerah agar fokus untuk memperhatikan perluasan Dermaga Kelas IV tempat sandar kapal di pelabuhan bima. Kata Pak Agussalim, Salah Satu Petugas Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bima. Rabu (25/5/2022) kepada wartwan diruangan kerjannya. 


Ditanya soal prosedur muatan ternak, Pun Dirinya juga menjelaskan, "Soal muatan ternak persiapan Lebaran haji tahun ini akan dipasarkan diluar daerah bima, kami kurang tau soal itu, karena mereka memakai pihak ke tiga, dalam hal ini harus koordinasikan dengan Pengusaha melalui CV. Juga Soal mekanisme muatannya selama ini tidak ada masalah. Protap nya sama,". 


Juga muatan hewan ternak sapi atau sejenisnya dibagi sama Pemerintah Daerah melalui Dinas peternakan, Karena merekalah yang tau tekhnisinya. Kalau ndak salah saya dengar sudah ada MoU antara peternakan dengan pusat.Tutupnya (RED)