Kelompok Tani So Mpungga Desa Boke Pertanyakan Pemanfaatan Pembuatan Bak Pembagi Air, PPL: di Musim Hujan Pasti Berfungsi

Iklan Semua Halaman

.

Kelompok Tani So Mpungga Desa Boke Pertanyakan Pemanfaatan Pembuatan Bak Pembagi Air, PPL: di Musim Hujan Pasti Berfungsi

Selasa, 29 September 2026

Foto Ist. 



BIMA — Sejumlah kelompok masyarakat di Desa Boke, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, mempertanyakan pemanfaatan bantuan yang diperuntukkan bagi kelompok tani di sejumlah lokasi, di antaranya So Mawo, Wuwu, Soo Lewi Tere, dan So Mpungga.


Masyarakat menilai pemanfaatan bantuan tersebut perlu mendapat penjelasan lebih terbuka. Pasalnya, meskipun sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, pemanfaatannya dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan petani di masing-masing lokasi.


Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembangunan bak pembagi air di So Mpungga. Menurut salah seorang petani setempat, kondisi di wilayah tersebut dinilai tidak mengalami kekurangan air untuk kebutuhan pertanian.


“Di sini sebenarnya tidak kekurangan air. Proses tanam tetap bisa dilakukan hingga empat kali dalam setahun. Karena itu, kami mempertanyakan mengapa tidak dialihkan untuk pembangunan Irigasi yang lebih dibutuhkan petani, ini Program Cuma-cuma,” ujar salah seorang petani So Mpungga, Desa Boke, Kecamatan Sape Kabupaten Bima.


Menurutnya, pembangunan sarana pertanian seharusnya mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.


“Kami berharap program ini benar-benar memberikan manfaat bagi petani, bukan hanya sekadar melaksanakan kegiatan. Perlu ada keterbukaan mengenai jumlah bantuan, kelompok penerima, perencanaan kegiatan, serta bentuk pemanfaatannya,” katanya.


Selain persoalan pemanfaatan, masyarakat juga menyoroti proses sosialisasi kepada kelompok penerima bantuan. Mereka mempertanyakan apakah sosialisasi mengenai penggunaan bantuan dan pengelolaan kegiatan di masing-masing lokasi telah dilakukan secara maksimal oleh pihak terkait.


Masyarakat berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar perencanaan, mekanisme pelaksanaan, serta tujuan pembangunan sarana tersebut sehingga tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.


Menanggapi hal demikian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menyampaikan melalui Wasapnya Selasa (29/9), Kebutuhan petani memang perlu diperhatikan, dan bantuan tersebut pasti akan fungsi ketika musim hujan. 


Terkait program yang ada itu khusus untuk program Irigasi perpompaan (IRPOM) tidak bisa di alihkan ke program lain, karena ini sudah jelas program IRPOM dan anggaran untuk IRPOM ta untuk tahun ini.


Insya Allah untuk tahun depan kalau ada program untuk irigasi akam usulkan ta,, karena kita usul berdasarkan program yang ada untuk tahun ini. Katanya


Ia menjelaskan, "Terkait program tahun ini sudah di lakukan survei dari awal ta bersama staf Desa maupun kelompok tani, tidak mungkin program bisa di lanjutkan kalau belum mlakukan survei dari awal,".


Saya sudah tanyakan ke ketua kelompok maupun petani terkait ingin menerima program ini atau bagaimana, dan program ini tidak akan berlanjut jika tidak ada koordinasi dari awal, katanya tetap akan di butuhkan jika musim hujan nanti terjadi krusakan pada dam (raba), Akhirnya (TIM)