![]() |
| Ket : Poce Saat Kegiatan Berlangsung. Foto Ist. |
KOTA BIMA,- Terjadi dinamika yang sangat dinamis terkait dengan pembahasan nilai lahan warga yang terdampak proyek penataan sungai Melayu seperti yang terjadi di lingkungan kantor Dinas Perkimtan Kota Bima, Rabu Kamis 29 dan 30 Juli 2026, saat ratusan pemilik lahan hadiri undangan negosiasi harga, ada penolakan adapula yang sepakat.
Yang menolak beralasan karena ketidaksesuaian harga Apresial dengan harga jual terkini lahan terdampak terlebih laha tersebut mereka beli dengan harga yang cukup tinggi jauh dari harga yang di tawarkan pemerintah dalam negosiasi pembebasan.
Salah satu warga yang menolak Muslimin mengaku menolak keras harga yang di tawarkan oleh Tim apesial karena di nilai terlalu rendah jauh di bawah harga saat tanah di lokasi mereka beli" emang kami gila apa, masa kami beli tanah nya tinggi per are mau di tawari rendah kan konyol itu namanya". Tegas muslimin
Harga tanah di puncak jatiwangi saja sudah main dua digit masa harga tanah dataran rendah apalagi tanah produktjf auh lebih murah sih. Cetusnya
Kalau benar pemerintah itu berpihak pada kami selaku rakyatnya ya berilah harga yang sesuai jangan begini penawarannya,ini sama hal nya Pemerintah itu memiskinkan rakyatnya sendiri. Ujar Muslimin lagi
Karena tidak ada kecocokan harga ya kita tolak saja mending kami tanami saja lahan kami. Imbuhnya
Di lain pihak seorang warga yang sepakat dengan pemerintah asal Jatiwangi Mariamah mengatakan dirinya berterimakasih sekali dengan adanya proyek sungai karena memang merasa tidak mampu untuk menata lokasi lahan miliknya lebih baik lagi, jangan kan untuk mendatangkan alat berat untuk penataan untuk gaji pekerja saja mungkin tak pernah sanggup.
Alhamdulillah sekali dengan proyek ini meski tanah kami sebagian di ambil gak apa apa toh juga untuk kebaikan kita juga imbuhnya
Sementara itu Pejabat Fungsional penataan ruang Perkimtan Kota Bima,Imran,ST. mengakui dinamika soal negosiasi kompensasi harga pembebasan lahan proyek normalisasi sungai Melayu, Ya cukup dinamis memang namun dominasi yang sepakat dengan kami pun cukup banyak dari sekitar 54 undangan hanya 5 orang yang menolak sisanya menerima dan sepakat.
Soal penolakan itu wajar dan hal biasa terjadi kami pun tak bisa memaksa namun yang jelas dengan penolakanpun proyek akan tetap berjalan.pungkasnya. (TIM)

Komentar